Viral, Perempuan Berhijab Nikah Beda Agama di dalam Gereja

Suaraberitaku.com – Jagat maya saat ini dihebohkan oleh sebuah foto sepasang kekasih beda agama menggelar pernikahan dalam sebuah gereja di Semarang.

Foto tersebut semula diunggah oleh pemilik akun TikTok @sacha_alya pada Minggu (6/3/2022) hingga menuai komentar pro dan kontra warganet.

Dalam foto tersebut, mempelai wanita terlihat mengenakan gaun panjang berwarna putih dan memakai hijab. Sementara, mempelai pria mengenakan setelan jas hitam.

Tampak raut bahagia terpancar di wajah kedua pasangan tersebut saat berfoto bersama pihak keluarga masing-masing, seorang pastor dan saksi pernikahan.

Tanggapan Konselor Pernikahan Beda Agama

Konselor pernikahan, Achmad Nurcholis membenarkan adanya pernikahan beda agama tersebut di Kota Semarang.

Pasangan pernikahan beda agama melakukan akad dan pemberkatan di dua tempat pada Sabtu (5/3/22).

Akad dilakukan di sebuah hotel Kota Semarang dan dilanjutkan pemberkatan di Gereja St Ignatius Krapyak. Ia mengaku menjadi saksi dalam prosesi pernikahan beda agama tersebut.

“Iya betul, pernikahannya kemarin Sabtu (5/3/2022). Pernikahan itu memang dilakukan dengan dua tata cara, secara Islam dan Katolik. Saya menjadi saksi pernikahan tersebut,” ungkap Nurcholis.

Penjelasan Soal Nikah Beda Agama

Nurcholis menjelaskan, secara administratif persyaratan pernikahan beda agama tidak jauh berbeda dengan pernikahan pada umumnya.

Hanya saja untuk menuju pernikahan beda agama memang harus melewati proses yang cukup panjang.

Ia mengungkapkan kedua pasangan itu sebelumnya sudah rutin melakukan konseling pernikahan selama dua tahun.

“Keduanya bisa menikah dengan dua tata cara biasanya konseling dulu dengan saya. Sejak 2 tahun sudah intens komunikasi dan pertemuan dengan saya. Sehingga sampai akhirnya mereka memantabkan diri untuk menikah,” ungkapnya.

𝙏𝙧𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜  Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah Pada Kamis 13 Mei 2021

Nikah Beda Agama Sering Terjadi

 

Menurutnya, pernikahan beda agama itu dilangsungkan dengan dua tata cara untuk mendapatkan pengesahan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

“Umumnya 99,9 persen pasangan beda agama menikah melakukan dengan dua tata cara dalam rangka untuk mendapat pengesahan menurut agama atau keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Nurcholis mengaku dirinya mendampingi prosesi pernikahan beda agama itu bukan kali pertama di Kota Semarang.

“Saya sudah lebih dari 30 kali mendampingi pernikahan beda agama. Sudah banyak yang melakukan. Jadi kemarin bukan kali pertama. Mereka pasangan yang ke 1.424” jelasnya.