Viral Aplikasi Pornografi Yang Tenar Baru ini

Viral Aplikasi Pornografi Yang Tenar Baru ini

dikenal sebagai salah satu platform media sosial yang kerap dimanfaatkan untuk menjual konten porno. Tapi baru-baru ini ada kebijakan baru yang dibuat. Lantas, apa itu Onlyfans? Simak penjelasan berikut.

Sebelumnya, Onlyfans juga pernah pemberitaan hangat di Indonesia karena duo selebgram kembar The Connell Twins, yakni Christina O’Connell dan Carlina O’Connell. Keduanya disebut-sebut menjual konten pornografi di platform tersebut.

Keduanya dikabarkan mendapatkan penghasilan fantastis dari aktivitas mereka di platform tersebut. Apalagi banyak pengguna yang telah berlangganan konten dari keduanya.

WEBSITE ONLYFANS

Apa itu Onlyfans?

Onlyfans didirikan oleh Timothy Stokley pada 2016. Platform ini telah memiliki kurang lebih 31 juta pengguna di seluruh dunia dan 500 ribu konten kreator yang telah terdaftar di dalamnya.

Pada dasarnya, Onlyfans adalah layanan berbayar untuk berlangganan konten eksklusif dari kreator. Namun sebagian besar kreator justru memanfaatkannya untuk menjual konten syur.

Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan Onlyfans yang memang mengizinkan para kreatornya mengunggah konten-konten ‘dewasa’ seperti foto, video, hingga chat seks.

Onlyfans memungkinkan penggunanya untuk mengunggah konten yang mengandung “NFSW” atau “Not Safe For Work”. Dengan demikian pengguna OnlyFans bisa menampilkan foto dan video khusus dewasa dengan akses terbatas untuk penggemarnya. Untuk informasi, NFSW mengacu pada pada konten ‘dewasa’ yang tidak sepatutnya dikonsumsi oleh publik.

Cara kerja Onlyfans

Seperti media sosial lainnya, dalam Onlyfans pengguna bisa membuat akun dan profil sendiri. Pengguna juga bisa mengunggah konten foto maupun video serta mendapatkan followers.

Namun, karena terbatas maka membutuhkan akses khusus untuk bisa melihat konten dewasa di dalamnya. Akses diperoleh dengan membayar sejumlah uang sesuai dengan paket yang yang ditawarkan oleh creator. Sebaliknya creator juga bisa mendapat penghasilan lewat konten terbatas yang dibeli oleh penggemar.

𝙏𝙧𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜  Langkah Menghindari Paparan Radiasi Ketika Rapat Virtual Selama Pandemi

Kebijakan terbaru Onlyfans soal pornografi

Baru-baru ini, Onlyfans berencana menerapkan kebijakan baru terkait konten pornografi. Per 1 Oktober 2021, Onlyfans memiliki wacana larangan untuk bagi penggunanya untuk mengunggah konten-konten berbau seksual yang eksplisit.

Perubahan kebijakan tersebut dilakukan karena desakan dari para mitra perbankan dan provider pembayaran terkait. Hal tersebut juga berkaitan dengan rencana Onlyfans untuk menarik pendanaan dari investor luar dengan target valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,4 miliar (kurs Rp 14.490).

Pendiri OnlyFans, Tim Stokely, ketika diwawancarai Financial Times (24/5) mengatakan platformnya “dipersulit” lembaga perbankan sehingga terpaksa mengeluarkan rencana kebijakan pelarangan konten seksual & pornografi sebelumnya.

Namun meski sudah ada larangan, tidak ada rincian tentang konten seperti apa apa yang nantinya tidak diperbolehkan tayang di Onlyfans.

Kebijakan Ini kemungkinan akan berpengaruh pada para kreator mengingat sejak pandemi banyak orang yang memanfaatkan platform ini untuk mendapatkan penghasilan. Banyak para pekerja seks musisi hingga selebgram yang mencari pemasukan lewat platform ini.

Namun kabar terbaru menyebutkan Onlyfans menunda rencana pembatasan konten pornografi itu. OnlyFans pada Rabu (25/8/2021) mengumumkan penangguhan rencana kebijakan yang melarang penggunanya mengunggah konten “perilaku seksual secara eksplisit.”

“Kami telah mengamankan jaminan yang dibutuhkan untuk mendukung komunitas kreator kami yang beragam dan menghentikan rencana pengubahan kebijakan yang sebelumnya direncanakan 1 Oktober mendatang,” tulis OnlyFans dalam akun Twitternya.

Tapi platform itu tidak menjawab langsung pertanyaan lebih detail mengenai maksud “jaminan yang sudah diamankan” tersebut.

Demikian penjelasan mengenai apa itu Onlyfans dan bagaimana cara kerjanya. Kita tunggu saja kabar selanjutnya perihal rencana pelarangan konten pornografi di platform tersebut.