Tanya Jawab Wanita & Islam

Sahabat sekalian, bagi para wanita, khususnya muslimin (orang yang beragama islam) ada beberapa hal yang sering di tanyakan terkait pemasalahan mereka, yang paling umum pertanyaannya seperti ini, yuk kita simak.

  • Apakah diperbolehkan wanita merias rambut di salon kecantikan?

Diperbolehkan, asalkan yang menanganinya itu sama-sama wanita, tetapi bila yang menanganinya itu seorang laki-laki maka hukumnya adalah haram. mengapa demikian, karena dia membiarakan laki-laki memeganginya, mengelus-elus, menata rambut dan lain-lainnya. Kemudian, akibat dari pegang-memegang itu bisa menimbulkan syahwat. Kalau si wanita tidak berpengaruh, itu bukan mustahil si laki-laki akan timbul syahwatnya. Bila si wanita itu beralasan, bahwa ia memegang teguh akhlak dan agama, apakah akan dijamin yang demikian itu dari pihak laki-laki?

Mengenai masalah ini, ada ulama yang memperbolehkan, lalu bagaimana sebenarnya? Jawabannya terserah kepada wanitanya. Adapun ulama yang memperbolehkan itu yang akan memikul beban dosanya kelak di hari kiamat? kita sama-sama tau kalau sentuhan untuk yang bukan mahrom nya juga akan membatalkan wudhu atau suci, jadi bagaimana menurut kalian?

  • Suara wanita itu apakah termasuk aurat?

Apabila suara itu terdengar manja atau merayu, mendesah-desah dan sengaja dibuat-buat dan dengan sikap yang seronok, memancing birahi atau nafsu syahwat laki-laki, maka suara yang demikian itu yang dinamakan aurat. Sebagaimana dalam firman Allah yang berbunyi :

” Karena itu janganlah kamu tunduk dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan yang baik.” (Q.S. Al-Ahzab : 32)

Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.

Yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada penyakit ialah orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina.

𝙏𝙧𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜  10 Link Twibbon Tahun Baru Imlek 2022, Cocok Dibagikan ke IG, FB, WA, Twitter

Jadi ucapan yang baik dan sopan itu bukan aurat. Tetapi ucapan yang tidak sopan dan tidak baik itu termasuk aurat. Kemudian dalam kita “Al-fiqih Alal Madzahibil Arba’ah” menjelaskan, bahwa suara wanita bukan aurat, sebab istri-istri Rasulullah SAW. berbicara dengan para sahabat yang bertanya soal-soal hukum agama dan istri-istri beliau menjawabnya. Jadi yang dilarang adalah apabila suara itu dikuatirkan dapat menimbulkan fitnah, meskipun ketika wanita itu membaca Al-Qur’an.

 

  • Sebenarnya saya ingin menggunakan busana muslim (jilbab) tetapi ibu melarangku. Bagaimana caranya agar saya bisa memadukan antara dua ketaatan itu?

Janganlah kamu kembali kepada fitnah sesudah Allah menyelamatkanmu. Kemudian berusahalah menyadarkan dan meyakinkan ibumu, bahwa kamu menjalankan perintah Allah sekaligus menjaga dirimu. Selain itu, tidak ada ketaatan kepada makhluk untuk kemaksiatan kepada Allah Ta’ala, sedangkan berbusana muslim (jilbab) itu diwajibkan bagi seorang wanita muslim. Lalu wajib sesuai dengan syari’at untuk memelihara diri dan merupakan kehormatan dengan menutup aurat itu.

Semoga dengan bertukar dan bermusyawarah secara tenang kamu dapat meluruskan hati ibumu serta mendapatkan ridho Allah Ta’ala. Tetapi, bila ibumu itu masih tetap dengan pendiriannya dan tidak memperbolehkan kamu memakai busana muslim, maka kamu boleh berbuat tidak mentaati ibumu dalam hal tersebut.

Sementara ini dulu ya sahabat, semoga dapat kita lanjut di artikel berikutnya ya.