Sehari 9 kali, mana tahan Mbak!

Kata peribahasa Sunda, dalam urusan ranjang wanita itu dulang tinande, artinya cuma nrimo alias pasrah sumerah saja. Pasif tidak pernah aktif.

Ibarat sepak bola, cewek mah catenacio alias bertahan, cowok mah total football. Menyerang terus dengan segala cara dilakukan, pegang sana sini, tak peduli nafas ngosngosan yang penting asal gol.

Sementara cewek alias wanita mah gengsinya tinggi. Gak ada kamusnya harus minta tiheula, kecuali untuk wanita ibu rumah tangga yang satu ini.

Sebut saja namanya Mbak Sedap. Masih muda di bawah 25 tahunan usianya juga. Lima bulan lalu ia menikah dengan lelaki idamannya, sebut saja Mas Bagas. Dua-duanya sama-sama warga Tulung Agung Jawa Timur.

Sesuai namanya, Mbak Sedap itu tak hanya sedap dipandang karena cantik molek, tapi juga sedepan kata urang Garut mah alias beukian bin doyanan.

Ya memang doyanan pisan. Kalau istri lain mah tergantung demand suami atau permintaan, dia mah ingin disuplay terus. Tak tanggung-tanggung ia minta dilayani suaminya sehari 9 kali. Wowww…!

Awalnya Mas Bagas menganggap biasa-biasa saja dan masih sanggup karena usia muda dan juga tenaganya masih prima. Tetapi lama-lama mah dia teh tak tahan juga.

Entah takut gempor atau takut tulang tempurung lututnya coplok, ia kerap mengiba agar istrinya berhenti minta terus.

Tapi entah kenapa, sang istri tetap dengan gaya total footballnya. Setiap saat terus merengek minta sang suami terus cetak gol. Bukan hattrick atau quatrick lagi tapi… ninetrick.

Kekalahan Barcelona FC 2-8 oleh klub Lion dalam piala Champions Eropa malam lalu mah tak ada apa-apanya dibanding Mbak Sedao. SI Mbak yang doyanan ini mah sanggup dicetak 9-0.

𝙏𝙧𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜  Download Aplikasi Bansos, Daftar dan Cek Penerimaan Bansos 2022

Enak bagi Mbak Sedap, repot untuk Mas Bagas. Sang suami ini makin lama makin tak tahan juga. Bukan soal harus keramas 9 kali dalam sehari, tapi takut shock breakernya leklok karena olinya terkuras.

Ia mencoba minta istrinya menurunkan tensinya. Paling tidak sesuai takaran obat 3 kali sehari. Tapi sang istri bukannya kendor malah gaspol.

Mas Bagas habis akal Akhirnya ia menggugat ke Pengadilan Agama Tulung Agung melalui pengacaranya Moh.Hufron Efendi. Setelah berulang kali sidang dan sulit didamaikan, Rabu (12/8) lalu gugatan cerai Mas Bagas dikabulkan majelis hakim. Dan ikrar talak dari Mas Bagas untuk Mbak Sedap diyatakan sah!

“Alhamdulillah lega, kasus yang membuat saya harus berpikir sekaligus membuat perut saya sedikit kaku karena menahan tawa,” ujar pengacara Hufron seperti dikutip dari Jatim Pos.

Kini Mas Bagas lepas. Tapi bagaimana nasib Mbak Sedap? Ia terpaksa sekarang mah harus puasa entah berapa lama. Dulu bisa sembilan kali sekarang mah cuma mimpi.**