Omicron, COVID-19 yang Bikin Isolasi Mandiri

Mulai dari asal-usul, cara mendeteksi, bahaya, hingga status virus korona varian omicron di Indonesia, semua ada di sini!

Asal-Usul Omicron

Sebuah varian baru dari virus penyebab COVID-19 pertama kali dilaporkan ke World Health Organization (WHO) saat terdeteksi di Botswana pada 11 November dan di Afrika Selatan pada 14 November. Pada 26 November 2021, WHO pun menamai varian baru tersebut sebagai varian B1.1.529 atau yang kita kenal dengan nama Omicron. Varian ini diklasifikasikan ke dalam Varian of Concern (VOC). Artinya, varian ini dapat meningkatkan penularan, meningkatkan kematian, bahkan memengaruhi efektivitas vaksin. Varian virus COVID-19 lain yang termasuk VOC, misalnya varian Alpha dan Delta.

Tahukah kamu, virus korona akan terus bermutasi dan menembus pertahanan vaksin. Itulah mengapa kita tetap harus waspada sepanjang waktu dan menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin lengkap. Kehadiran Omicron rupanya sesuai dengan prediksi para ahli, mengingat varian ini muncul pertama kali di Afrika yang tingkat vaksinasinya masih rendah, yakni di bawah 7%.

Deteksi Omicron dengan Tes PCR

Dilansir dari covid19.go.id, tes PCR menjadi salah satu alat yang dapat mendeteksi varian Omicron. Pasalnya, saat diujikan pada virus korona varian Omicron, salah satu dari tiga gen target, yakni gen S tidak terdeteksi. Hal ini disebut dengan dropout gen S atau kegagalan target gen S.

Apa Saja Bahaya Omicron?

Dikutip dari CNN, saat ini masih banyak ketidakpastian terkait varian Omicron. Namun, varian ini mampu bermutasi untuk menghindari respons sistem imun dan memperkuat kemampuannya untuk menular. Secara umum, risiko global akibat virus korona varian Omicron sangat tinggi. Ditambah lagi, para penyintas COVID-19 juga berisiko terinfeksi ulang oleh varian Omicron, lo!

𝙏𝙧𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜  Flurona, Kombinasi Flu dan Corona?

Terkait tingkat penularan, belum diketahui kemampuan penularan varian Omicron dibanding varian Delta. Jumlah orang yang dites positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini, tetapi masih dilakukan penelitian untuk mengetahui alasan di balik peningkatan kasus tersebut (apakah karena Omicron atau faktor lainnya)

Bicara soal keparahan infeksi varian Omicron, belum jelas apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan infeksi varian lain, termasuk Delta. Data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan. Namu, hal ini mungkin disebabkan meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi (bukan karena varian Omicron itu sendiri). Infeksi awal di Afrika Selatan sendiri terjadi di antara mahasiswa dengan gejala dan sakit yang lebih ringan.

Kasus Omicron di Indonesia

Sejak pertama kali ditemukan di Indonesia pada 16 Desember 2021, kasus Omicron terus bertambah. Dalam kasus pertama tersebut, varian Omicron menginfeksi seorang petugas kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Per 26 Desember 2021, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pasien penderita COVID-19 yang terjangkit virus korona varian Omicron bertambah 11 orang. Total kasus varian Omicron di Indonesia pun mencapai 30.

Langkah Pencegahan Infeksi Varian Omicron

Memang, saat ini, informasi terkait varian Omicron masih sangat terbatas. Para ahli masih terus mengumpulkan data untuk memperbarui informasi yang dapat dibagikan kepada kita sebagai masyarakat umum, khususnya terkait kemampuan virus ini dalam hal penularan dan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

Siapapun bisa terserang varian Omicron, tidak peduli tua atau muda, bahkan bagi mereka yang sudah divaksin sekalipun! Untuk itu, jangan lengah untuk terus menerapkan protokol kesehatan, ya! Protokol kesehatan mungkin akan terus bertambah. Namun, enggak perlu pusing, mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, hingga menghindari makan bersama dengan orang yang tinggal serumah, semuanya akan sangat membantu mencegah penularan COVID-19 yang masih terus membayangi kehidupan kita.