Kasus COVID-19 Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia!

Pada 16 Desember lalu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengumumkan terkonfirmasinya kasus pertama COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Varian ini menginfeksi seorang petugas kebersihan yang bekerja di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Bagaimana perkembangan virus korona varian terbaru yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan tersebut?

Berawal dari pengecekan rutin di Wisma Atlet

Dari hasil pengecekan sampel rutin petugas kebersihan di Wisma Atlet tanggal 8 Desember, terdapat tiga pertugas yang terkonfirmasi positif COVID-19. Setelah sampel diperiksa lebih jauh menggunakan metode khusus S-gene target failure (SGTF) di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, satu dari tiga sampel tersebut rupanya terkonfirmasi positif varian B.1.1.529 atau Omicron. Namun, petugas kebersihan berinisial N yang terinfeksi varian Omicron tersebut tidak mengalami gejala apa pun, baik batuk ataupun emam, apalagi riwayat ke luar negeri. Sebagai dampaknya, RSDC Wisma Atlet pun di-lockdown selama 7 hari.

Dari lima kasus kemungkinan lainnya, dua orang positif terinfeksi Omicron

Selain kasus pertama, ada lima pasien lain yang juga diduga terpapar virus korona varian B.1.1.529. Mereka adalah dua orang WNI yang datang dari Amerika dan Inggris serta tiga orang WNA dari Tiongkok yang berkunjung ke Manado. Pada 18 Desember, juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyatakan dua orang WNI tersebut tertular varian Omicron setelah menjalani karantina selama 10 hari di Wisma Atlet.

Tentang Omicron dan kasus kematian pertama akibat varian tersebut di Inggris

Virus penyebab COVID-19 varian B.1.1.529 atau yang dikenal dengan nama Omicron telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai variant of concern atau VoC. Artinya, varian virus korona ini dapat menyebabkan peningkatan penularan dan kematian, bahkan memengaruhi efektivitas vaksin COVID-19. Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Varian ini pertama kali terdeteksi pada spesimen yang dikumpulkan pada 11 November 2021 di Botswana dan pada 14 November 2021 di Afrika Selatan.

𝙏𝙧𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜  Flurona, Kombinasi Flu dan Corona?

Per Sabtu, 18 Desember, beberapa informasi terbaru dari COVID-19 varian asal B.1.1.529 ini adalah:

telah terdeteksi setidaknya di 89 negara, termasuk Indonesia
jumlah kasusnya meningkat dua kali lipat dalam 1,5 hingga 3 hari terakhir di daerah yang mendeteksi penularan lokal vairan tersebut.
kasus kematian pertama akibat varian Omicron ini juga ditemukan di Inggris, pada Sabtu, 13 Desember.
dilansir dari Reuters, di Inggris, penyebaran kasus varian Omicron telah mencapai angka 25.000. Lebih dari 10.000 kasus bertambah dalam sehari dengan total pasien yang dirawat inap sebanyak 85 orang dan tujuh kasus kematian
WHO, CDC, dan berbagai lembaga lainnya terus melakukan penelitian lebih jauh terkait varian ini.
Sebagai masyarakat, apa yang kita bisa lakukan untuk menyikapi temuan ini?

Pada hari yang sama dengan pengumuman kasus pertama Omicron, Bapak Presiden Joko Widodo mengarahkan masyarakat untuk:

tetap waspada dan tidak panik,
segera mendapatkan vaksinasi lengkap (dua dosis),
terus menerapkan prtokol kesehatan dengan ketat, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, dan menghindari makan bersama orang yang tidak tinggal serumah, serta
menahan diri untuk tidak bepergian ke luar negeri.
Pandemi masih belum berakhir. Yuk, tetap waspada untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitarmu!