Hamil Anggur Penyebab, Gejala dan Penanganan

Penyebab Hamil Anggur

Hamil anggur (mola hydatidosa) terjadi karena awal proses pembuahan yang tidak normal. Bisa karena sperma yang membuahi sel telur kosong atau terdapat 2 sperma yang membuahi satu sel telur.

Pada kondisi sel sperma yang membuahi sel telur kosong disebut dengan hamil anggur lengkap. Pada hamil anggur lengkap, sel terbentuk hanya dari gen ayah sehingga janin tidak terbentuk. Namun, plasenta atau ari-ari tetap tumbuh dan tumbuh menjadi tidak normal.

Pada kondisi 2 sel sperma yang membuahi 1 sel telur disebut dengan hamil anggur sebagian. Pada kondisi ini terdapat tambahan genetik dari ayah, sehingga hasil pembuahan tidak bisa bertahan lama atau mati dalam beberapa minggu.

Gejala Hamil Anggur

Tanda-tanda hamil anggur awalnya sama dengan kehamilan normal. Namun seiring pertambahan usia kehamilan, hamil anggur (mola hydatidosa) bisa ditandai dengan gejala khusus, seperti:

Perdarahan pada trimester pertama. Terkadang perdarahan ini bisa mirip dengan perdarahan implantasi.
Mual dan muntah yang sangat parah.
Perut terlihat membesar melebihi usia kehamilan.
Keluarnya cairan berwana kecoklatan atau gumpalan-gumpalan seperti anggur dari dalam vagina.
Nyeri panggul.

Penanganan Hamil Anggur

Sebagian besar penderita hamil anggur (mola hydatidosa) akan mengalami keguguran spontan. Keguguran tersebut biasanya mengeluarkan jaringan yang berbentuk gumpalan-gumpalan yang menyerupai sekumpulan buah anggur.

Jika tidak mengalami keguguran, dokter akan melakukan tindakan penanganan secepatnya guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk. Tindakan yang dapat dilakukan dokter kandungan antara lain:

Kuret

Dalam melakukan kuret, dokter akan melebarkan serviks dan mengangkat jaringan abornmal dengan alat khusus. Prosedur ini merupakan pilihan paling baik jika penderita berencana untuk hamil kembali.

Histerektomi

Histerektomi merupakan tindakan pengangkatan rahim. Prosedur ini hanya dilakukan pada penderita yang tidak berencana hamil lagi atau berisiko tinggi mengalami penyakit berbahaya gestational trophoblastic neoplasia.

Baca Juga  Seksi Berbikini, Aurelie Moeremans Bagi Tips Turunkan Berat Badan

Pemulihan

Sel abnormal bisa saja masih tertinggal di dalam rahim setelah kuret. Sel tersebut biasanya akan menghilang dalam beberapa bulan. Namun pada beberapa kasus, dibutuhkan penanganan lebih lanjut untuk menghilangkannya. Untuk memastikan sel abnormal sudah hilang, penderita perlu menjalani pemeriksaan kadar HCG, melalui tes darah dan urine. Kadar hormon tersebut seharusnya kembali normal setelah pengangkatan jaringan abnormal. Jika kadar hormon tetap tinggi, berarti masih ada sel yang abnormal tersisa dalam rahim. Pemeriksaan ini dilakukan selama 6 bulan hingga satu tahun pasca mengalami hamil anggur.Di samping itu, penderita juga disarankan tidak hamil dulu dalam waktu satu tahun setelah mengalami hamil anggur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *